Pemuda Gayo Sampaikan Surat Protes Soal Tari Saman Ke Pangdam IM

Bismillahirahmanirahim
Banda Aceh, 23 Desember , 2010
No : 84/E/Sek/IPEGA Pusat/12/2010
Lamp : 1 (satu) berkas
Hal : NOTA PROTES TERHADAP PENYEBUTAN
REKOR “TARI SAMAN”

Kepada Yang Terhormat
Bapak Panglima KODAM Iskandar Muda
Di
BANDA ACEH

Dengan Hormat,
Teriring salam dan do’a semoga Bapak senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap teguh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya sebuah pergelaran seni pada tanggal 22 Desember 2010 yang menampilkan aksi seni berupa pertunjukan seni tari yang bernama “Tari Saman” maka melalui surat ini kami dari Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Gayo (PP IPEGA) menyampaikan beberapa poin keberatan terkait dengan pergelaran seni tersebut yaitu:

1. Kami menolak jika seni tari yang ditampilkan pada pergelaran seni tersebut disebut sebagai Tari Saman karena yang disebut dengan Tari Saman adalah Tari Saman yang berasal dari Gayo Lues dan/atau Lokop Serbejadi, Aceh Timar yang memiliki karakteristik tertentu. Dan dari kedua daerah tersebut lah sesungguhnya Tari Saman berasal. sekarang ini banyak daerah/daerah lain di Aceh dan/atau kelompok-kelompok seni tari di Aceh yang meniru-niru bahkan mengambil gerakan-gerakan Tari Saman yang asli ke dalam gerakan-gerakan Tari bentuk baru dengan mengatasnamakan Tari Kreasi Baru. dan yang kami lakukan ini adalah dalam rangka menjaga keaslian dan kemurnian Tari Saman yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia yang bersifat non kebendaan (intangible heritage).

2. Tari Saman yang asli merupakan Tari Saman yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut;
a. Memakai baju adat Gayo (khususnya baju adat Gayo Lues).
b. Menggunakan syair yang berbahasa Gayo.
c. Ditarikan/dibawakan oleh laki-laki.

3. Kami meminta pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk tidak mencantumkan pergelaran seni pada tanggal 22 Desember 2010 tersebut sebagai Pemecah Rekor Pementasan Tari Saman karena Tari yang ditampilkan pada tanggal 22 Desember 2010 tersebut bukanlah Tari Saman karena tidak memenuhi kriteria/unsur sebagai Tari Saman. Dan kalaupun tetap ingin dicantumkan sebagai salah satu Pemecah Rekor Pementasan Seni Tari agar jangan disebut sebagai Tari Saman melainkan disebut dengan sebutan yang lain.
Demikianlah surat nota protes ini kami perbuat dan sampaikan, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak kami ucapkan terima kasih.

PENGURUS PUSAT
IKATAN PEMUDA GAYO
(PP IPEGA) PERIODE 2005-2010

SABELA GAYO,S.H.,M.H. USMAN SIMPANG JERNIH
KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL

Tembusan:
1. Menteri Pariwisata dan Kebudayaan R.I di Jakarta
2. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jakarta
3. Kepala UNESCO Perwakilan Indonesia di Jakarta
4. Kepala Museum Rekor Indonesia (MURI) di Semarang
5. Seluruh Organisasi Mahasiswa/Pemuda Gayo di Seluruh Indonesia
6. Seluruh Organisasi Sosial Kemasyarakatan Gayo di Seluruh Indonesia.
7. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta
8. Ketua Majelis SARAKOPAT Ikatan Pemuda Gayo di Banda Aceh
9. Gubernur Aceh
10. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh
11. Bupati dan Ketua DPRK Gayo Lues
12. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gayo Lues
13. File,–Soal-Tari-Saman-Ke-Pangdam-IM-.html

Sumber:http://www.alabaspos.com/view.1115.1021.Pemuda-Gayo-Sampaikan-Surat-Protes-Soal-Tari-Saman-Ke-Pangdam-IM-.html

Posted on July 21, 2011, in Tari Saman. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: